ASKEP RHEUMATOID ARTRITIS
A.
PENGERTIAN RHEMATOID ARTRITIS
Reumatik dapat terjadi
pada semua jenjang umur dari kanak-kanak sampai usia lanjut. Namun resiko akan meningkat dengan meningkatnya umur (Felson
dalam Budi Darmojo 2003, p:57).
Penyakit
Reumatik adalah penyakit inflamasi non- bakterial yang bersifat sistemik,
progesif, cenderung kronik dan mengenai sendi serta jaringan ikat sendi secara
simetris.
(Rasjad Chairuddin, Pengantar
Ilmu Bedah Orthopedi, p: 165).
Rematoid Artritis merupakan suatu
penyakit inflamasi sistemik kronik yang manifestasi utamanya adalah
poliartritis yang progresif, akan tetapi penyakit ini juga melibatkan seluruh
organ tubuh.(Hidayat 2006, p:23).
Artritis rematoid adalah suatu penyakit inflamasi kronik dengan manifestasi
utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. ( Arif
Mansjour 2001, p:18)
B.
ANATOMI DAN FISIOLOGI
Muskuloskeletal terdiri
dari tulang, otot, kartilago, ligament, tendon, fasia, bursae dan persendian.
1. Tulang
Tulang terdiri dari sel-sel yang berada pada
bagian intra-seluler. Tulang berasal dari embryonic hyaline cartilage yang mana
melalui proses “osteogenesis” menjadi tulang. Proses ini dilakukan oleh sel-sel
yang disebut Osteoblast. Proses mengerasnya tulang akibat menimbunya garam
kalsium.
Fungsi tulang adalah
sebagai berikut:
a.
|
b. Melindungi organ tubuh (jantung, otak, paru-paru)
dan jaringan lunak.
c. Memberikan pergerakan (otot yang berhubungan dengan
kontraksi dan pergerakan)
d. Membuat sel-sel darah merah di dalam sumsum tulang
(hema topoiesis).
e. Menyimpan garam-garam mineral. Misalnya kalsium,
fosfor.
Tulang dapat diklasifikasikan dalam lima kelompok
berdasarkan bentuknya:
a.
Tulang
panjang (femur, humerus ) terdiri dari satu batang dan dua epifisis. Batang
dibentuk oleh jaringan tulang yang padat.epifisis dibentuk oleh spongi bone
(Cacellous atau trabecular )
b.
Tulang pendek
(carpalas) bentuknya tidak teratur dan cancellous (spongy) dengan suatu lapisan
luar dari tulang yang padat.
c.
Tulang pendek
datar (tengkorak) terdiri dari dua lapisan tulang padat dengan lapisan luar
adalah tulang cancellous.
d.
Tulang yang
tidak beraturan (vertebra) sama seperti tulang pendek.
e.
Tulang
sesamoid merupakan tulang kecil, yang terletak di sekitar tulang yang
berdekatan dengan persendian dan didukung oleh tendon danjaringan fasial,missal
patella (kap lutut)
Gambar
2.1 Tulang

2. Otot
Otot dibagi dalam tiga kelompok, dengan fungsi
utama untuk kontraksi dan untuk menghasilkan pergerakan dari bagian tubuh atau
seluruh tubuh. Kelompok otot terdiri dari:
a.
Otot rangka
(otot lurik) didapatkan pada system skeletal dan berfungsi untuk memberikan
pengontrolan pergerakan, mempertahankan sikap dan menghasilkan panas
b.
Otot Viseral
(otot polos) didapatkan pada saluran pencernaan, saluran perkemihan dan
pembuluh darah. Dipengaruhi oleh sisten saraf otonom dan kontraksinya tidak
dibawah control keinginan.
c.
Otot
jantung didapatkan hanya pada jantung dan kontraksinya tidak dibawah control
keinginan.
Gambar
2.2 Otot

3. Kartilago
Kartilago terdiri dari serat-serat yang
dilakukan pada gelatin yang kuat. Kartilago sangat kuat tapi fleksibel dan
tidak bervascular. Nutrisi mencapai kesel-sel kartilago dengan proses difusi
melalui gelatin dari kapiler-kapiler yang berada di perichondrium (fibros yang
menutupi kartilago) atau sejumlah serat-serat kolagen didapatkan pada
kartilago.
Gambar 2.3 Kartilago

4. Ligament
Ligament adalah sekumpulan dari jaringan
fibros yang tebal dimana merupakan ahir dari suatu otot dan dan berfungsi
mengikat suatu tulang.
Gambar 2.4 Ligament

5. Tendon
Tendon adalah suatu perpanjangan dari
pembungkus fibrous yang membungkus setiap otot dan berkaitan dengan periosteum
jaringan penyambung yang mengelilingi tendon tertentu, khususnya pada
pergelangan tangan dan tumit. Pembungkus ini dibatasi oleh membrane synofial
yang memberikan lumbrikasi untuk memudahkan pergerakan tendon.
Gambar 2.5 Tendon

6. Fasia
Fasia adalah suatu permukaan jaringan
penyambung longgar yang didapatkan langsung dibawah kulit sebagai fasia
supervisial atau sebagai pembungkus tebal, jaringan penyambung yang membungkus
fibrous yang membungkus otot, saraf dan pembuluh darah.bagian ahair diketahui
sebagai fasia dalam.
Gambar 2.6 Fasia

7. Bursae
Bursae adalah suatu kantong kecil dari
jaringan penyambung dari suatu tempat, dimana digunakan diatas bagian yang
bergerak, misalnya terjadi pada kulit dan tulang, antara tendon dan tulang
antara otot. Bursae bertindak sebagai penampang antara bagian yang bergerak
sepaerti pada olecranon bursae, terletak antara presesus dan kulit.
Gambar 2.7 Bursae

8. Persendian
Pergerakan tidak akan mungkin terjadi bila kelenturan dalam rangka
tulang tidak ada. Kelenturan
dimungkinkan karena adanya persendian, tatu letah dimana tulang berada
bersama-sama. Bentuk dari persendian akan ditetapkan berdasarkan jumlah dan
tipe pergerakan yang memungkinkan dan klasifikasi didasarkan pada jumlah
pergerakan yang dilakukan.
Berdasarkan klasifikasinya terdapat 3 kelas utama
persendian yaitu:
a.
Sendi
synarthroses (sendi yang tidak bergerak)
b.
Sendi
amphiartroses (sendi yang sedikit pergerakannya)
c.
Sendi
diarthoses (sendi yang banyak pergerakannya)
Perubahan fisiologis pada proses menjadi
tua. Ada jangka periode waktu tertentu dimana individu paling mudah mengalami
perubahan musculoskeletal. Perubahan ini terjadi pada masa kanak-kanak atau
remaja karena pertumbuhan atau perkembangan yang cepat atau timbulnya terjadi
pada usia tua. Perubahan struktur system muskuloskeletal dan fungsinya sangat
bervariasi diantara individu selama proses menjadi tua.
Perubahan yang terjadi pada proses menjadi
tua merupakan suatu kelanjutan dari kemunduran yang dimulai dari usia
pertengahan. Jumlah total dari sel-sel bertumbuh berkurang akibat perubahan
jaringan prnyambung, penurunan pada jumlah dan elasitas dari jaringan subkutan
dan hilangnya serat otot, tonus dan kekuatan.
Perubahan
fisiologis yang umum adalah:
a.
Adanya
penurunan yang umum pada tinggi badan sekitar 6-10 cm. pada maturasi usia tua.
b.
Lebar bahu menurun.
c.
Fleksi terjadi pada lutut dan
pangkal paha
Gambar
2.8 Persendian

C.
PENYEBAB / ETIOLOGI
Penyebab
utama penyakit Reumatik masih belum diketahui secara pasti. Ada beberapa teori
yang dikemukakan sebagai penyebab Artritis Reumatoid, yaitu:
1.
Infeksi Streptokkus
hemolitikus dan Streptococcus non-hemolitikus.
2.
Endokrin
3.
Autoimmun
4.
Metabolik
5.
Faktor genetik serta pemicu
lingkungan
Pada saat ini Artritis
rheumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan infeksi.
Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe II; faktor infeksi
mungkin disebabkan oleh karena virus dan organisme mikroplasma atau grup difterioid
yang menghasilkan antigen tipe II kolagen dari tulang rawan sendi penderita.
D.
EPIDEMIOLOGI
Penyakit
Artritis Rematoid merupakan suatu penyakit yang telah lama dikenal dan tersebar
diseluruh dunia serta melibatkan semua ras dan kelompok etnik. Artritis rheumatoid
sering dijumpai pada wanita, dengan perbandingan wanita denga pria sebesar 3:
1. kecenderungan wanita untuk menderita Artritis rheumatoid dan sering dijumpai
remisi pada wanita yang sedang hamil, hal ini menimbulkan dugaan terdapatnya
faktor keseimbangan hormonal sebagai salah satu faktor yang berpengaruh pada
penyakit ini.
E.
PATOFISIOLOGI
Inflamasi
mula-mula mengenai sendi synovial di sertai demam, kongesti vascular fibrin,
infiltrasi selular dan peradangan yang berkelanjutan. Synovial menjadi terutama
pada sendi artikular kartilago dari sendi. Pada persendian granulasi plexsus
atau penutup yang menutupi kartilago. Ponnus masuk ke tulang sub jaringan granulasi penguat
karena radang. Hal ini dapat menimbulkan gangguan pada nutrisi kartilago menjadi
nekrosis. Tingkat erosi dari kartilago persendian menentukan tingkat kemampuan
sendi.
Apabila
kerusakan kartilago sangat luas maka akan terjadi adnesi ke permukaan sendi,
karena jaringan fibrosa oleh tulang bersatu (ankilosis). Kerusakan kartilago dan
tulang dapat menyebabkan tendon dan ligament jadi lemah dan bisa menimbulkan
subluksasi/ dislokasi dan persendian invasi dari tulang sub orodial, bias menyebabkan
osteoporosis setempat (peningkatan keropos tulang).
F.
MANIFESTASI KLINIK
Ada
beberapa gambaran /manifestasi klinik yang lazim ditemukan pada penderita Reumatik.
Gambaran klinik ini tidak harus muncul sekaligus pada saat yang bersamaan oleh
karena penyakit ini memiliki gambaran klinik yang sangat bervariasi.
a.
Gejala-gejala
konstitusional, misalnya lelah, kurang
nafsu makan, berat badan menurun dan demam. Terkadang kelelahan dapat demikian hebatnya.
b.
Poliartritis simetris (peradangan sendi pada sisi kiri dan kanan) terutama pada sendi perifer,
termasuk sendi-sendi di tangan, namun biasanya tidak melibatkan sendisendi antara
jari-jari tangan dan kaki. Hampir semua sendi diartrodial (sendi yang dapat
digerakan dengan bebas) dapat terserang.
c.
Kekakuan di pagi hari
selama lebih dari 1 jam, dapat bersifat umum
tetapi terutama menyerang sendi-sendi. Kekakuan ini berbeda dengan kekakuan
sendi pada osteoartritis (peradangan tulang dan sendi), yang biasanya hanya
berlangsung selama beberapa menit dan selama kurang dari 1 jam.
d.
Artritis erosif merupakan merupakan ciri khas penyakit ini pada gambaran radiologik.
Peradangan sendi yang kronik mengakibatkan pengikisan ditepi tulang.
e.
Deformitas : kerusakan dari struktur penunjang sendi dengan perjalanan
penyakit. Pergeseran ulnar atau deviasi jari, pergeseran sendi pada tulang
telapak tangan dan jari, deformitas boutonniere dan leher angsa adalah beberapa
deformitas tangan yang sering dijumpai pada penderita. Pada kaki terdapat tonjolan
kaput metatarsal yang timbul sekunder dari subluksasi metatarsal. Sendi-sendi
yang besar juga dapat terserang dan mengalami pengurangan kemampuan bergerak terutama
dalam melakukan
gerakan ekstensi.
f.
Nodula-nodula reumatoid
adalah massa subkutan yang ditemukan pada sekitar sepertiga orang
dewasa penderita rematik. Lokasi yang paling sering dari deformitas ini adalah
bursa olekranon (sendi siku) atau di sepanjang permukaan ekstensor dari lengan,
walaupun demikian tonjolan) ini dapat juga timbul pada tempat-tempat lainnya.
Adanya nodula-nodula ini biasanya merupakan petunjuk suatu penyakit yang aktif
dan lebih berat.
g.
Manifestasi
ekstra-artikular (diluar sendi): reumatik
juga dapat menyerang organorgan lain diluar sendi. Seperti mata: Kerato
konjungtivitis siccs yang merupakan sindrom SjÖgren, sistem cardiovaskuler
dapat menyerupai perikarditis konstriktif yang berat, lesi inflamatif yang
menyerupai nodul rheumatoid dapat dijumpai pada myocardium dan katup jantung,
lesi ini dapat menyebabkan disfungsi katup, fenomena embolissasi, gangguan
konduksi dan kardiomiopati.
G.
DIAGNOSTIK
Kriteria
diagnostik Artritis Reumatoid adalah terdapat poli- arthritis yang simetris
yang mengenai
sendi-sendi proksimal jari tangan dan kaki serta menetap sekurang-kurangnya 6 minggu
atau lebih bila ditemukan nodul subkutan atau gambaran erosi peri-artikuler pada foto
rontgen.
Kriteria
Artritis rematoid menurut American reumatism Association (ARA) adalah:
1.
Kekakuan sendi jari-jari
tangan pada pagi hari ( Morning Stiffness ).
2.
Nyeri pada pergerakan sendi
atau nyeri tekan sekurang-kurangnya pada satu sendi.
3.
Pembengkakan ( oleh
penebalan jaringan lunak atau oleh efusi cairan ) pada salah satu sendi secara
terus-menerus sekurang-kurangnya selama 6 minggu.
4.
Pembengkakan pada
sekurang-kurangnya salah satu sendi lain.
5.
Pembengkakan sendi yang
bersifat simetris.
6.
Nodul subcutan pada daerah
tonjolan tulang didaerah ekstensor.
7.
Gambaran foto rontgen yang
khas pada arthritis rheumatoid
8.
Uji aglutinnasi faktor
rheumatoid
9.
Pengendapan cairan musin
yang jelek
10.
Perubahan karakteristik
histologik lapisan sinovia
11.
Gambaran histologik yang
khas pada nodul.
Berdasarkan kriteria ini maka disebut :
Klasik: bila terdapat 7 kriteria
dan berlangsung sekurang-kurangnya selama 6 minggu
Definitif: bila terdapat 5
kriteria dan berlangsung sekurang-kurangnya selama 6 minggu.
Kemungkinan rheumatoid: bila
terdapat 3 kriteria dan berlangsung sekurangkurangnya selama 4
minggu.
G. KOMPLIKASI
Kelainan sistem pencernaan yang sering dijumpai adalah
gastritis dan ulkus peptik yang merupakan komplikasi utama penggunaan obat anti
inflamasi nonsteroid (OAINS) atau obat pengubah perjalanan penyakit ( disease
modifying antirhematoid drugs, DMARD ) yang menjadi faktor penyebab morbiditas
dan mortalitas utama pada arthritis reumatoid.
Komplikasi saraf yang terjadi memberikan gambaran jelas ,
sehingga sukar dibedakan antara akibat lesi artikuler dan lesi neuropatik.
Umumnya berhubungan dengan mielopati akibat ketidakstabilan vertebra servikal
dan neuropati iskemik akibat vaskulitis.
H. PENATALAKSANAAN /PERAWATAN
Oleh karena kausa pasti arthritis
Reumatoid tidak diketahui maka tidak ada pengobatan kausatif yang dapat
menyembuhkan penyakit ini. Hal ini harus benar-benar dijelaskan kepada
penderita sehingga tahu bahwa pengobatan yang diberikan bertujuan mengurangi
keluhan/ gejala memperlambat progresifvtas penyakit.
Tujuan utama dari program
penatalaksanaan/ perawatan adalah sebagai berikut:
a.
Untuk menghilangkan nyeri
dan peradangan
b.
Untuk mempertahankan fungsi
sendi dan kemampuan maksimal dari penderita
c.
Untuk mencegah dan atau
memperbaiki deformitas yang terjadi pada sendi
d. Mempertahankan kemandirian sehingga tidak bergantung pada orang
lain.
Ada sejumlah cara penatalaksanaan yang
sengaja dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas, yaitu :
a.
Pendidikan
Langkah pertama dari program penatalaksanaan ini adalah memberikan
pendidikan yang cukup tentang penyakit kepada penderita, keluarganya dan siapa
saja yang berhubungan dengan penderita. Pendidikan yang diberikan meliputi
pengertian, patofisiologi (perjalanan penyakit), penyebab dan perkiraan
perjalanan (prognosis) penyakit ini, semua komponen program penatalaksanaan
termasuk regimen obat yang kompleks, sumber-sumber bantuan untuk mengatasi
penyakit ini dan metode efektif tentang penatalaksanaan yang diberikan oleh tim
kesehatan. Proses pendidikan ini harus dilakukan secara terus-menerus.
b.
Istirahat
Merupakan hal penting karena reumatik biasanya disertai rasa lelah
yang hebat. Walaupun rasa lelah tersebut dapat saja timbul setiap hari, tetapi
ada masa dimana penderita merasa lebih baik atau lebih berat. Penderita harus
membagi waktu seharinya menjadi beberapa kali waktu beraktivitas yang diikuti
oleh masa istirahat.
c.
Latihan Fisik dan Termoterapi
Latihan spesifik dapat bermanfaat dalam mempertahankan fungsi
sendi. Latihan ini mencakup gerakan aktif dan pasif pada semua sendi yang
sakit, sedikitnya dua kali sehari. Obat untuk menghilangkan nyeri perlu
diberikan sebelum memulai latihan. Kompres panas pada sendi yang sakit dan
bengkak mungkin dapat mengurangi nyeri. Mandi parafin dengan suhu yang bisa
diatur serta mandi dengan suhu panas dan dingin dapat dilakukan di rumah.
Latihan dan termoterapi ini paling baik diatur oleh pekerja kesehatan yang
sudah mendapatkan latihan khusus, seperti ahli terapi fisik atau terapi kerja.
Latihan yang berlebihan dapat merusak struktur penunjang sendi yang memang
sudah lemah oleh adanya penyakit.
d.
Diet/ Gizi
Penderita Reumatik tidak memerlukan diet khusus. Ada sejumlah cara
pemberian diet dengan variasi yang bermacam-macam, tetapi kesemuanya belum terbukti
kebenarannya. Prinsip umum untuk memperoleh diet seimbang adalah penting.
e.
Obat-obatan
Pemberian obat adalah bagian yang penting dari seluruh program penatalaksanaan
penyakit reumatik. Obat-obatan yang dipakai untuk mengurangi nyeri, meredakan
peradangan dan untuk mencoba mengubah perjalanan penyakit.
1)
Pengobatan Medis
Obat-obatan utama yang digunakan untuk mengobati artritis
rematoid adalah obat anti peradangan non-steroid (aspirin dan ibuprofen), obat
slow-acting (penisilamin, hydroxycloroquinine dan sulfasalazine), kortikosteroid
dan obat imunosupresif.
Biasanya, semakin kuat obatnya, maka semakin hebat potensi efek
sampingnya, sehingga diperlukan pemantaun ketat.
2)
Pengobatan tradisional
Dalam mengatasi rematik salah satunya yaitu
tumbuklah
beberapa butir merica dan jahe sebesar jempol. Rebuslah kedua bahan tadi sampai
mendidih lalu masukkan kira-kira 10 sendok cuka ke dalamnya. Setelah mendidih angkat dari api
dan tunggu sampai hangat-hangat kuku. Gosokkan ke seluruh badan sebelum tidur.
Lakukan secara rutin.
I. Asuhan Keperawatan Rheumatoid Artritis
a. Pengkajian
Data dasar pengkajian pasien tergantung
pada keparahan dan keterlibatan organ-organ lainnya (misalnya mata, jantung, paru-paru, ginjal), tahapan
misalnya eksaserbasi
akut atau remisi dan keberadaaan bersama bentuk-bentuk arthritis lainnya.
Sebelumnya dilakukan pengkajian pada pasien yaitu mengenai data umum pasien,
penanggung jawab pasien, riwayat penyakit dahulu, riwayat penyakit
sekarang, riwayat penyakit keluarga.
1.
Aktivitas/ istirahat
Gejala : Nyeri sendi karena gerakan, nyeri tekan, memburuk dengan
stres pada sendi; kekakuan pada pagi hari, biasanya terjadi bilateral dan
simetris. Limitasi fungsional yang berpengaruh pada gaya hidup, waktu senggang,
pekerjaan, keletihan.
Tanda : Malaise
Keterbatasan
rentang gerak; atrofi otot, kulit, kontraktor/ kelaianan pada sendi.
2.
Kardiovaskuler
Gejala : Fenomena Raynaud jari tangan/ kaki (mis: pucat
intermitten, sianosis, kemudian kemerahan pada jari sebelum warna kembali normal).
3.
Integritas ego
Gejala : Faktor-faktor stres akut/ kronis: mis; finansial,
pekerjaan, ketidakmampuan, faktor-faktor hubungan.
Keputusan
dan ketidakberdayaan (situasi ketidakmampuan)
Ancaman
pada konsep diri, citra tubuh, identitas pribadi (misalnya ketergantungan
pada orang lain).
4.
Makanan/ cairan
Gejala : Ketidakmampuan untuk menghasilkan/ mengkonsumsi makanan/ cairan
adekuat: mual, anoreksia
Kesulitan
untuk mengunyah (keterlibatan TMJ)
Tanda : Penurunan berat badan
Kekeringan
pada membran mukosa.
5.
Hygiene
Gejala : Berbagai kesulitan untuk melaksanakan aktivitas perawatan
pribadi.
Ketergantungan
6.
Neurosensori
Gejala : Kebas, semutan pada tangan dan kaki, hilangnya sensasi
pada jari tangan.
Pembengkakan
sendi simetris
7.
Nyeri/ kenyamanan
Gejala : Fase akut dari nyeri (mungkin tidak disertai oleh
pembengkakan jaringan lunak pada sendi).
8.
Keamanan
Gejala : Kulit mengkilat, tegang, nodul subkutaneus.
Lesi kulit,
ulkus kaki.
Kesulitan
dalam ringan dalam menangani tugas/ pemeliharaan rumah tangga.
Demam
ringan menetap
Kekeringan
pada meta dan membran mukosa.
9.
Interaksi sosial
Gejala : Kerusakan interaksi sosial dengan keluarga/ orang lain;
perubahan peran; isolasi.
10. Penyuluhan/ pembelajaran
Gajala : Riwayat AR pada keluarga (pada awitan remaja)
Penggunaan
makanan kesehatan, vitamin, “ penyembuhan “ arthritis tanpa
pengujian.
Riwayat
perikarditis, lesi katup, fibrosis pulmonal, pleuritis.
Pertimbangan
: DRG Menunjukkan rerata lama dirawat : 4,8 hari.
Rencana
Pemulanagan: Mungkin membutuhkan bantuan pada transportasi, aktivitas
perawatan diri, dan tugas/ pemeliharaan rumah tangga.
J. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
- Faktor Reumatoid : positif pada 80-95% kasus.
- Fiksasi lateks: Positif pada 75 % dari kasus-kasus khas.
- Reaksi-reaksi aglutinasi : Positif pada lebih dari 50% kasus-kasus khas.
- LED : Umumnya meningkat pesat (80-100 mm/h) mungkin kembali normal sewaktu gejala-gejala meningkat
- Protein C-reaktif: positif selama masa eksaserbasi.
- SDP: Meningkat pada waktu timbul prosaes inflamasi.
- JDL : umumnya menunjukkan anemia sedang.
- Ig ( Ig M dan Ig G): peningkatan besar menunjukkan proses autoimun sebagai penyebab AR.
- Sinar x dari sendi yang sakit : menunjukkan pembengkakan pada jaringan lunak, erosi sendi, dan osteoporosis dari tulang yang berdekatan ( perubahan awal ) berkembang menjadi formasi kista tulang, memperkecil jarak sendi dan subluksasio. Perubahan osteoartristik yang terjadi secara bersamaan.
- Scan radionuklida : identifikasi peradangan sinovium
- Artroskopi Langsung : Visualisasi dari area yang menunjukkan irregularitas/ degenerasi tulang pada sendi
- Aspirasi cairan sinovial : mungkin menunjukkan volume yang lebih besar dari normal: buram, berkabut, munculnya warna kuning ( respon inflamasi, produk-produk pembuangan degeneratif ); elevasi SDP dan lekosit, penurunan viskositas dan komplemen ( C3 dan C4 ).
- Biopsi membran sinovial : menunjukkan perubahan inflamasi dan perkembangan panas.
K.
PRIORITAS KEPERAWATAN
- Menghilangkan nyeri
- Meningkatkan mobilitas.
- Meningkatkan konsep diri yang positif
- Mendukung kemandirian
- Memberikan informasi mengenai proses penyakit/ prognosis dan keperluan pengobatan.
L. DIAGNOSA KEPERAWATAN
- Nyeri Akut/ Kronis
Dapat dihubungkan dengan : agen pencedera; distensi jaringan oleh
akumulasi cairan/ proses inflamasi, destruksi sendi.
Dapat dibuktikan oleh :
·
Keluhan
nyeri,ketidaknyamanan, kelelahan.
·
Berfokus pada diri sendiri/
penyempitan fokus
·
Perilaku distraksi/ respons
autonomic
·
Perilaku yang bersifart
ahti-hati/ melindungi
Hasil yang diharapkan/ kriteria evaluasi
pasien akan:
·
Menunjukkan nyeri hilang/
terkontrol
·
Terlihat rileks, dapat
tidur/beristirahat dan berpartisipasi dalam aktivitas sesuai kemampuan.
·
Mengikuti program
farmakologis yang diresepkan
·
Menggabungkan keterampilan
relaksasi dan aktivitas hiburan ke dalam program kontrol nyeri.
Intervensi dan Rasional:
a. Selidiki keluhan nyeri, catat lokasi dan intensitas (skala 0-10).
Catat faktor-faktor yang mempercepat dan tanda-tanda rasa sakit non verbal
Rasional: Membantu dalam menentukan kebutuhan manajemen nyeri dan
keefektifan program)
b. Berikan matras/ kasur keras, bantal kecil,. Tinggikan linen tempat
tidur sesuai kebutuhan
Rasional: Matras yang lembut/ empuk, bantal yang besar akan mencegah
pemeliharaan kesejajaran tubuh yang tepat, menempatkan stress pada sendi
yang sakit. Peninggian linen tempat tidur menurunkan tekanan pada sendi
yang terinflamasi/nyeri)
c.
Tempatkan/ pantau penggunaan
bantl, karung pasir, gulungan trokhanter, bebat, brace.
Rasinal: Mengistirahatkan sendi-sendi yang sakit dan mempertahankan
posisi netral. Penggunaan brace dapat menurunkan nyeri dan dapat mengurangi kerusakan pada sendi)
d.
Dorong untuk sering mengubah
posisi,. Bantu untuk bergerak di tempat tidur, sokong sendi yang sakit di atas
dan bawah, hindari gerakan yang menyentak.
Rasional: Mencegah terjadinya kelelahan umum dan kekakuan sendi.
Menstabilkan sendi, mengurangi
gerakan/ rasa sakit pada sendi)
e. Anjurkan pasien untuk mandi air hangat atau mandi pancuran pada waktu
bangun dan/atau pada waktu tidur. Sediakan waslap hangat untuk mengompres
sendi-sendi yang sakit beberapa kali sehari. Pantau suhu air kompres,
air mandi, dan sebagainya.
Rasional: Panas meningkatkan relaksasi otot, dan
mobilitas, menurunkan rasa sakit dan melepaskan kekakuan di pagi hari. Sensitivitas
pada panas dapat dihilangkan dan luka dermal dapat disembuhkan)
f. Berikan masase yang lembut
Rasional: Meningkatkan relaksasi/ mengurangi nyeri)
g.
Dorong penggunaan teknik
manajemen stres, misalnya relaksasi progresif,sentuhan terapeutik, biofeed
back, visualisasi, pedoman imajinasi, hypnosis diri, dan pengendalian napas.
Rasional: Meningkatkan relaksasi, memberikan rasa kontrol dan mungkin
meningkatkan kemampuan
koping)
h.
Libatkan dalam aktivitas
hiburan yang sesuai untuk situasi individu.
Rasional:
Memfokuskan kembali perhatian, memberikan stimulasi, dan meningkatkan
rasa percaya diri dan perasaan sehat)
i.
Beri obat sebelum aktivitas/
latihan yang direncanakan sesuai petunjuk.
Rasionla: Meningkatkan realaksasi, mengurangi tegangan otot/
spasme, memudahkan untuk ikut serta dalam terapi)
j.
Kolaborasi: Berikan
obat-obatan sesuai petunjuk (mis:asetil salisilat)
Rasional: Sebagai anti inflamasi dan efek analgesik ringan dalam
mengurangi kekakuan dan meningkatkan mobilitas.)
k. Berikan es kompres dingin jika dibutuhkan
Rasional: Rasa dingin dapat menghilangkan nyeri dan bengkak selama
periode akut)
- Mobilitas Fisik, Kerusakan
Dapat dihubungkan dengan : Deformitas skeletal, nyeri,
ketidaknyamanan, intoleransi aktivitas, penurunan kekuatan otot.
Dapat dibuktikan oleh :
·
Keengganan untuk mencoba
bergerak/ ketidakmampuan untuk dengan sendiri bergerak dalam
lingkungan fisik.
·
Membatasi rentang gerak,
ketidakseimbangan koordinasi, penurunan kekuatan otot/ kontrol dan massa
(tahap lanjut).
Hasil yangdihapkan/ kriteria
Evaluasi-Pasien akan :
·
Mempertahankan fungsi posisi
dengan tidak hadirnya/ pembatasan kontraktur.
·
Mempertahankan ataupun
meningkatkan kekuatan dan fungsi dari dan/ atau konpensasi bagian tubuh.
·
Mendemonstrasikan tehnik/
perilaku yang memungkinkan melakukan aktivitas
Intervensi dan Rasional:
a. Evaluasi/ lanjutkan pemantauan tingkat inflamasi/ rasa sakit pada
sendi
Rasional: Tingkat aktivitas/ latihan tergantung dari perkembangan/ resolusi
dari peoses inflamasi)
b. Pertahankan istirahat tirah baring/ duduk jika diperlukan jadwal
aktivitas untuk memberikan periode istirahat yang terus menerus dan tidur malam
hari yang tidak terganmggu.
Rasional: Istirahat sistemik dianjurkan selama eksaserbasi akut dan seluruh fase penyakit yang penting untuk mencegah
kelelahan mempertahankan kekuatan)
c. Bantu dengan rentang gerak aktif/pasif, demikiqan juga latihan
resistif dan isometris jika memungkinkan
Rasional: Mempertahankan/ meningkatkan fungsi sendi, kekuatan otot dan stamina umum. Catatan : latihan tidak
adekuat menimbulkan kekakuan sendi, karenanya aktivitas yang berlebihan
dapat merusak sendi)
d. Ubah posisi dengan sering dengan jumlah personel cukup.
Demonstrasikan/ bantu tehnik pemindahan dan penggunaan bantuan mobilitas, mis,
trapeze
Rasional: Menghilangkan tekanan pada jaringan dan meningkatkan sirkulasi. Memepermudah
perawatan diri dan kemandirian pasien. Tehnik pemindahan yang tepat
dapat mencegah robekan abrasi kulit)
e. Posisikan dengan bantal, kantung pasir, gulungan trokanter, bebat,
brace
Rasional: Meningkatkan stabilitas ( mengurangi resiko cidera ) dan
memerptahankan posisi sendi yang diperlukan dan kesejajaran tubuh, mengurangi
kontraktor)
f. Gunakan bantal kecil/tipis di bawah leher.
Rasional: Mencegah fleksi leher)
g. Dorong pasien mempertahankan postur tegak dan duduk tinggi,
berdiri, dan berjalan
Rasional: Memaksimalkan fungsi sendi dan mempertahankan mobilitas)
h. Berikan lingkungan yang aman, misalnya menaikkan kursi,
menggunakan pegangan tangga pada toilet, penggunaan kursi roda.
Rasional: Menghindari cidera akibat kecelakaan/ jatuh)
i.
Kolaborasi: konsul dengan
fisoterapi.
Rasional:
Berguna dalam memformulasikan program
latihan/ aktivitas yang berdasarkan pada kebutuhan individual dan dalam
mengidentifikasikan alat)
j.
Kolaborasi: Berikan matras
busa/ pengubah tekanan.
Rasional: Menurunkan
tekanan pada jaringan yang mudah pecah untuk mengurangi risiko
imobilitas)
k. Kolaborasi: berikan obat-obatan sesuai indikasi (steroid).
Rasional: Mungkin dibutuhkan untuk menekan sistem inflamasi akut)
- Gangguan Citra Tubuh/ Perubahan Penampilan Peran
Dapat dihubungkan dengan : Perubahan kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas
umum, peningkatan penggunaan energi, ketidakseimbangan mobilitas.
Dapat dibuktikan oleh :
·
Perubahan fungsi dari
bagian-bagian yang sakit.
·
Bicara negatif tentang diri
sendiri, fokus pada kekuatan masa lalu, dan penampilan.
·
Perubahan pada gaya hidup/
kemapuan fisik untuk melanjutkan peran, kehilangan pekerjaan, ketergantungan pada
orang terdekat.
·
Perubahan pada keterlibatan
sosial; rasa terisolasi.
·
Perasaan tidak berdaya,
putus asa.
Hasil yangdihapkan/ kriteria
Evaluasi-Pasien akan :
·
Mengungkapkan peningkatan
rasa percaya diri dalam kemampuan untuk menghadapi penyakit, perubahan pada
gaya hidup, dan kemungkinan keterbatasan.
·
Menyusun rencana realistis
untuk masa depan.
Intervensi dan Rasional:
a. Dorong pengungkapan mengenai masalah tentang proses penyakit,
harapan masa depan.
Rasional: Berikan kesempatan untuk mengidentifikasi rasa takut/ kesalahan
konsep dan menghadapinya secara langsung)
b. Diskeusikan arti dari kehilangan/ perubahan pada pasien/orang
terdekat. Memastikan bagaimana pandangaqn pribadi pasien dalam memfungsikan gaya hidup
sehari-hari, termasuk aspek-aspek seksual.
Rasional: Mengidentifikasi bagaimana penyakit mempengaruhi persepsi diri dan interaksi dengan
orang lain akan menentukan kebutuhan terhadap intervensi/ konseling
lebih lanjut)
c.
Diskusikan persepsi
pasienmengenai bagaimana orang terdekat menerima keterbatasan.
Rasional:
Isyarat verbal/non verbal orang terdekat dapat mempunyai pengaruh
mayor pada bagaimana pasien memandang dirinya sendiri)
d. Akui dan terima perasaan berduka, bermusuhan, ketergantungan.
Rasional: Nyeri konstan akan melelahkan, dan perasaan marah dan bermusuhan umum terjadi)
e. Perhatikan perilaku menarik diri, penggunaan menyangkal atau
terlalu memperhatikan
perubahan.
Rasional: Dapat menunjukkan emosional ataupun metode
koping maladaptive, membutuhkan intervensi lebih lanjut)
f. Susun batasan pada perilaku mal adaptif. Bantu pasien untuk mengidentifikasi
perilaku positif yang dapat membantu koping.
Rasional: Membantu pasien untuk mempertahankan kontrol diri, yang dapat meningkatkan perasaan
harga diri)
g.
Ikut sertakan pasien dalam
merencanakan perawatan dan membuat jadwal aktivitas.
Rasional: Meningkatkan perasaan harga diri, mendorong kemandirian, dan mendorong
berpartisipasi dalam terapi)
h. Bantu dalam kebutuhan perawatan yang diperlukan.
Rasional: Mempertahankan penampilan yang dapat
meningkatkan citra diri)
i.
Berikan bantuan positif bila
perlu.
Rasional: Memungkinkan pasien untuk merasa senang
terhadap dirinya sendiri. Menguatkan perilaku positif. Meningkatkan rasa
percaya diri)
j.
Kolaborasi: Rujuk pada
konseling psikiatri, mis: perawat spesialis psikiatri, psikolog.
Rasional: Pasien/orang terdekat mungkin membutuhkan dukungan
selama berhadapan dengan proses jangka
panjang/ ketidakmampuan)
k.
Kolaborasi: Berikan
obat-obatan sesuai petunjuk, mis; anti ansietas dan obatobatan peningkat
alam perasaan.
Rasional: Mungkin dibutuhkan pada sat munculnya depresi hebat sampai pasien mengembangkan
kemapuan koping yang lebih efektif)
- Kurang Perawatan Diri
Dapat dihubungkan dengan : Kerusakan muskuloskeletal; penurunan
kekuatan, daya tahan, nyeri pada waktu bergerak, depresi.
Dapat
dibuktikan oleh:
·
Ketidakmampuan untuk
mengatur kegiatan seharihari.
Hasil yangdihapkan/ kriteria
Evaluasi-Pasien akan :
·
Melaksanakan aktivitas
perawatan diri pada tingkat yang konsisten dengan kemampuan individual.
·
Mendemonstrasikan perubahan
teknik/ gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri.
·
Mengidentifikasi
sumber-sumber pribadi/ komunitas yang dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri.
Intervensi dan Rasional:
a. Diskusikan tingkat fungsi umum (0-4) sebelum timbul awitan/
eksaserbasi penyakit dan potensial perubahan yang sekarang diantisipasi.
Rasional: Mungkin dapat melanjutkan aktivitas umum dengan melakukan adaptasi yang diperlukan
pada keterbatasan saat ini).
b. Pertakhankan mobilitas, kontrol terhadap nyeri dan program
latihan.
Rasional: Mendukung kemandirian fisik/emosional)
c.
Kaji hambatan terhadap
partisipasi dalam perawatan diri. Identifikasi /rencana untuk
modifikasi lingkungan.
Rasional: Menyiapkan untuk meningkatkan kemandirian, yang akan
meningkatkan harga diri)
d. Kolaborasi: Konsul dengan ahli terapi okupasi.
Rasional: Berguna untuk menentukan alat bantu untuk memenuhi
kebutuhan individual. Misal: memasang kancing,
menggunakan alat bantu memakai sepatu, menggantungkan pegangan
untuk mandi pancuran)
e. Kolaborasi: Atur evaluasi kesehatan di rumah sebelum pemulangan
dengan evaluasi setelahnya.
Rasional: Mengidentifikasi masalah-masalah yang mungkin dihadapi
karena tingkat kemampuan aktual)
f. Kolaborasi : atur konsul dengan lembaga lainnya, mis: pelayanan
perawatan rumah, ahli nutrisi.
Rasional: Mungkin membutuhkan berbagai bantuan tambahan untuk
persiapan situasi di rumah)
- Penatalaksanaan pemeliharaan rumah, kerusakan, resiko Tinggi terhadap
Faktor risiko meliputi : Proses penyakit degeneratif jangka
panjang, sistem
pendukung tidak adekuat.
Dapat dibuktikan oleh:
(Tidak
dapat diterapkan; adanya tanda dan gejala membuat diagnosa menjadi aktual)
Hasil yangdihapkan/ kriteria
Evaluasi-Pasien akan :
·
Mempertahankan keamanan,
lingkungan yang meningkatkan pertumbuhan.
·
Mendemonstrasikan penggunaan
sumber-sumber yang efektif dan tepat.
Intervensi dan Rasional:
a. Kaji tingkat fungsi fisik
Rasional: Mengidentifikasi bantuan/ dukungan yang diperlukan)
b. Evaluasi lingkungan untuk mengkaji kemampuan dalam perawatan untuk
diri sendiri.
Rasional: Menentukan kemungkinan susunan yang ada/ perubahan susunan
rumah untuk memenuhi kebutuhan individu)
c. Tentukan sumber-sumber finansial untuk memenuhi kebutuhan situasi individual.
Identifikasi sistem pendukung yang tersedia untuk pasien, mis: membagi
tugas-tugas rumah tangga antara anggota keluarga.
Rasional: Menjamin bahwa kebutuhan akan dipenuhi secara terus-menerus)
d. Identifikasi untuk peralatan yang diperlukan, mis: lift,
peninggian dudukan toilet.
Rasional:
Memberikan kesempatan untuk mendapatkan peralatan sebelum pulang)
e. Kolaborasi: Koordinasikan evaluasi di rumah dengan ahli terapi
okupasi.
Rasional: Bermanfaat untuk mengidentifikasi peralatan, cara-cara untuk
mengubah tugas-tugas untuk mengubah tugas-tugas untuk mempertahankan kemandirian)
f.
Kolaborasi: Identifikasi
sumber-sumber komunitas, mis: pelayanan pembantu rumah tangga bila ada.
Rasional: Memberikan kemudahan berpindah pada/mendukung
kontinuitas dalam situasi rumah).
- Kurang pengetahuan ( kebutuhan belajar ), mengenai penyakit, Prognosis, dan kebutuhan pengobatan.
Dapat dihubungkan dengan :
·
Kurangnya pemajanan/
mengingat.
·
Kesalahan interpretasi
informasi.
Dapat dibuktikan oleh :
·
Pertanyaan/ permintaan
informasi, pernyataan kesalahan konsep.
·
Tidak tepat mengikuti
instruksi/ terjadinya komplikasi yang dapat dicegah.
Hasil yangdihapkan/ kriteria
Evaluasi-Pasien akan :
·
Menunjukkan pemahaman
tentang kondisi/ prognosis, perawatan.
·
Mengembangkan rencana untuk
perawatan diri, termasuk modifikasi gaya hidup yang konsisten dengan mobilitas
dan atau pembatasan aktivitas.
Intervensi dan Rasional:
a. Tinjau proses penyakit, prognosis, dan harapan masa depan.
Rasional: Memberikan pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan berdasarkan
informasi)
b.
Diskusikan kebiasaan pasien
dalam penatalaksanaan proses sakit melalui diet,obat-obatan, dan program diet seimbang, l;atihan dan
istirahat.
Rasional: Tujuan kontrol penyakit adalah untuk menekan inflamasi sendiri/ jaringan
lain untuk mempertahankan fungsi sendi dan mencegah deformitas)
c. Bantu dalam merencanakan jadwal aktivitas terintegrasi yang realistis,istirahat,
perawatan pribadi, pemberian obat-obatan, terapi fisik, dan manajemen stres.
Rasional: Memberikan struktur dan mengurangi ansietas pada waktu
menangani proses penyakit kronis kompleks)
d.
Tekankan pentingnya
melanjutkan manajemen farmakoterapeutik.
Rasional: Keuntungan dari terapi obat-obatan tergantung pada ketepatan dosis)
e. Anjurkan mencerna obat-obatan dengan makanan, susu, atau antasida
pada waktu tidur
Rasional: Membatasi irigasi gaster, pengurangan nyeri pada HS akan meningkatkan
tidur dan m,engurangi kekakuan di pagi hari)
f. Identifikasi efek samping obat-obatan yang merugikan, mis:
tinitus, perdarahan gastrointestinal, dan ruam purpuruik.
Rasional: Memperpanjang dan memaksimalkan dosis aspirin dapat mengakibatkan takar lajak.
Tinitus umumnya mengindikasikan kadar
terapeutik darah yang tinggi)
g. Tekankan pentingnya membaca label produk dan mengurangi penggunaan
obat-obat yang dijual bebas tanpa persetujuan dokter.
Rasional: Banyak produk mengandung
salisilat tersembunyi yang dapat meningkatkan risiko takar layak obat/
efek samping yang berbahaya)
h. Tinjau pentingnya diet yang seimbang dengan makanan yang banyak mengandung
vitamin, protein dan zat besi.
Rasional:
Meningkatkan perasaan sehat umum dan perbaikan jaringan)
i.
Dorong pasien obesitas untuk
menurunkan berat badan dan berikan informasi penurunan berat badan sesuai kebutuhan.
Rasional: Pengurangan berat badan akan mengurangi tekanan pada sendi, terutama pinggul, lutut, pergelangan
kaki, telapak kaki)
j.
Berikan informasi mengenai
alat bantu
Rasional: Mengurangi paksaan untuk menggunakan sendi dan
memungkinkan individu untuk ikut serta secara lebih nyaman
dalam aktivitas yang dibutuhkan)
k.
Diskusikan tekinik menghemat
energi, mis: duduk daripada berdiri untuk mempersiapkan makanan dan mandi
Rasional:
Mencegah kepenatan, memberikan kemudahan perawatan
diri, dan kemandirian)
l.
Dorong mempertahankan posisi
tubuh yang benar baik pada sat istirahat maupun pada waktu melakukan aktivitas,
misalnya menjaga agar sendi tetap meregang , tidak fleksi, menggunakan bebat
untuk periode yang ditentukan, menempatkan tangan dekat pada pusat tubuh selama
menggunakan, dan bergeser daripada mengangkat benda jika memungkinkan.
Rasional: Mekanika tubuh yang baik harus menjadi bagian dari gaya
hidup pasien untuk mengurangi tekanan sendi dan nyeri ).
m. Tinjau perlunya inspeksi sering pada kulit dan perawatan kulit
lainnya dibawah bebat, gips, alat penyokong. Tunjukkan pemberian bantalan yang tepat.
Rasional: mengurangi resiko iritasi/ kerusakan kulit )
n. Diskusikan pentingnya obat obatan lanjutan/ pemeriksaan
laboratorium, mis: LED, Kadar salisilat, PT.
Rasional: Terapi obat obatan membutuhkan pengkajian/ perbaikan yang terus
menerus untuk menjamin efek optimal dan mencegah takar lajak, efek samping yang berbahaya.
o.
Berikan konseling seksual
sesuai kebutuhan
Rasional: Informasi mengenai posisiposisi yang berbeda dan tehnik atau pilihan lain untuk pemenuhan seksual
mungkin
dapat meningkatkan hubungan pribadi dan perasaan harga diri/
percaya
diri.
p.
Identifikasi sumber-sumber
komunitas, mis: yayasan arthritis ( bila ada).
Rasional: bantuan/ dukungan dari oranmg lain untuk meningkatkan pemulihan
maksimal).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar